Senin, 10 November 2014

Cara Menguasai Kopling Saat Mengemudi Mobil Transmisi Manual


Mengemudi mobil dengan transmisi manual bagi sebagian pengemudi terutama pemula yang baru belajar nyetir merupakan hal yang sulit. Meskipun setiap orang merasakan kesulitan yang berbeda-beda, tapi umumnya yang seringkali yang dirasa sulit adalah penggunaan kopling baik saat memulai jalan maupun di tanjakan, ada juga yang kesulitan meluruskan jalannya mobil dan ada pula yang kesulitan bermanuver, baik di tikungan jalan raya maupun berbelok-belok di gang-gang kecil. Hal lain yang juga sering dirasa sulit adalah mengira-ngira atau feeling posisi kiri dan kanan mobil terutama saat jalanan padat, saat berpapasan dengan mobil lain, dan juga saat hendak menyalip kendaraan di depan. Bila disederhanakan, terdapat 3 hal yang seringkali dianggap pengemudi pemula merupakan sesuatu yang cukup sulit, yaitu pengaturan kopling, mengendalikan kemudi/stir, dan feeling ketika menyetir. Parkir tidak saya sebutkan karena sebenarnya parkir membutuhkan ketiga hal tersebut. Jika ketiga hal tersebut sudah dikuasai, parkir tentu sangatlah mudah.

Bagaimana caranya agar dapat menguasai kopling?

Sebelum saya jelaskan teknik menggunakannya, saya akan jelaskan dulu sekilas apa itu kopling dan bagaimana cara kerjanya. Saya akan menggunakan bahasa awam agar mudah dimengerti, jadi beberapa hal teknis sebagian akan saya kesampingkan. Perlu Anda ketahui agar mobil dapat berjalan dibutuhkan 3 hal pokok, yaitu putaran mesin, kopling beserta transmisinya (gigi), dan roda mobil. Saat mesin sudah hidup, putaran mesin sekitar 1500 per menit (tergantung jenis kendaraan), yang harus Anda pahami bahwa mesin sudah berputar meskipun mobil belum jalan. Karena putaran mesin belum terhubung ke roda maka roda tidak akan bergerak. Nah yang menghubungkan antara putaran mesin dan roda adalah rangkaian kopling. Putaran mesin, kopling, dan roda akan terhubung jika perseneling ada pada posisi 1, 2, 3, 4, 5, dan R dengan kondisi kopling tidak diinjak. Jika perseneling ada pada posisi N atau pada posisi selain N tapi kopling diinjak penuh, maka putaran mesin, kopling, dan roda tidak terhubung.

Anda mungkin akan bertanya, ada kalanya mobil atau kendaraan lain, saat putaran mesin, kopling, dan roda terhubung, misalkan saja pada perseneling 1, tapi mobil tidak dapat bergerak, padahal mobil masih hidup yang berarti mesin berputar?... Ya, memang benar, bisa saja terjadi ketiganya terhubung tapi mesin tetap berputar dan roda diam. Ini terjadi karena kopling terbuat dari bahan yang dapat bergesek dan didesain sedemikian rupa agar dapat bergesekan saat bekerja, artinya tidak mengunci, sehingga pada kondisi tertentu, seperti beban sangat berat atau beban biasa tapi di posisi tanjakan. Ketika itu mesin berputar tapi tidak kuat untuk memutar roda, sehingga yang terjadi adalah kopling saja yang berputar dengan kecepatan lebih rendah dari putaran mesin dan kopling akan bergesekan terus dengan bagian yang menghubungkan ke putaran mesin dan bagian yang menghubungkan ke roda. Pada kondisi ini putaran mesin harus ditambah dengan menginjak gas agar mampu mengimbangi beban sehingga roda dapat bergerak.

Anda juga tentu kadang bertanya kenapa jika kopling dilepas mendadak mesin akan mati? Tentu saja, Anda bisa bayangkan bahwa mesin berputar itu merupakan suatu ketaraturan dari menggabungkan udara dan bahan bakar dan memasukkan ke ruang bakar kemudian dibakar dengan percikan dari busi lalu mendorong piston dan kemudian sisa pembakaran dibuang, lalu tiba-tiba kopling mendadak menghubungkan roda yang diam dengan mesin yang berputar 1500 putaran per menit. Meskipun sebenarnya kopling dapat bergesek, tapi sebelum gesekan terjadi mesin sudah tidak dapat beroperasi. Terhubung secara mendadak berarti aktivitas mesin dipaksa berhenti sejenak sehingga bahan bakar belum sempat tercampur dengan udara, atau tidak sempat dimasukkan ke ruang bakar, atau belum sempat dibakar oleh percikan busi. Dengan kondisi ini bagaimana mobil bisa tetap hidup?... Akan berbeda jika kopling diangkat perlahan, pada kondisi ini kopling sedikit demi sedikit dirapatkan dan pada kondisi ini gesekan yang terjadi pada kopling akan lebih besar dan inilah yang akan mencegah terganggunya aktivitas mesin. Pada kondisi yang sama roda juga secara bertahap mulai bergerak karena kopling sudah berputar meskipun pelan karena sebagian putaran terbuang sia-sia saat terjadi gesekan, nah semakin bertambah putaran roda itu berarti semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Secara terus menerus kopling terus diangkat perlahan, dan secara bersamaan kecepatan roda juga semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Pada kondisi seperti ini tidak ada yang menghambat aktivitas mesin. Mesin tetap dapat mencampur udara dan bahan bakar, kemudian dibakar dengan percikan busi, kemudian piston terdorong karena tenaga ledakan bahan bakar, memutar poros engkol, dan sisa bahan bakar dibuang. Mesin terus bekerja tanpa gangguan. Pada akhirnya kopling akan terhubung dengan sempurna. Jika sudah terhubung dengan sempurna, gas dapat ditambahkan sesuai kebutuhan tanpa memainkan kopling lagi.

Berikut ini saya jelaskan tahapan-tahapan pada kondisi tertentu dimana kita membutuhkan kemampuan menggunakan kopling dengan benar:

Memulai menjalankan mobil:
- Injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 1
- Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas
- Angkat kopling perlahan sampai mobil mulai bergerak
- Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
- Tambah kecepatan mobil dengan menginjak gas perlahan
- Selanjutnya tidak perlu lagi kopling kecuali akan berpindah ke gigi lain

Berpindah ke gigi 2 saat mobil berjalan:
- Perhatikan indikator RPM mesin
- Jika sudah melewati angka 2 (berarti sudah melebihi 2000 putaran per menit) maka sudah cukup untuk berganti ke gigi 2
- Angkat gas penuh agar putaran mesin kembali turun
- Setelah itu langsung injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 2
- Angkat kopling perlahan hingga setengahnya
- Injak gas perlahan sambil mengangkat kopling hingga terangkat penuh

Kunci utama dari fungsi kopling adalah menjaga keseimbangan antara putaran mesin dan putaran roda, itulah sebabnya pergantian dari gigi 1 ke 2 dan seterusnya akan semakin mudah karena roda sudah berputar mengikuti putaran mesin sehingga mengangkat kopling sedikit lebih cepat tidak akan mematikan mesin. Berbeda dengan dari netral ke gigi 1 (saat akan memulai jalan) dimana posisi roda diam sedangkan mesin sudah berputar, maka sangat dibutuhkan mengangkat kopling dengan perlahan sampai roda berputar dengan putaran yang cukup untuk mengimbangi putaran mesin.

Untuk beban penumpang yang cukup berat atau jalanan di depan langsung tanjakan, maka saat gigi 1 dan Anda mulai mengangkat kopling perlahan, Anda harus bantu dengan menginjak gas perlahan hingga mobil dapat bergerak dengan mudah.
Langkahnya seperti berikut:
- Injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 1
- Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas dulu
- Angkat kopling perlahan sambil menginjak gas perlahan sampai mobil mulai bergerak
- Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
- Tambah kecepatan mobil dengan menginjak lagi gas perlahan

Merayap di jalanan macet dengan kondisi jalan datar:
- Gunakan gigi 1 setiap jalanan macet
- Tidak perlu digas, hanya dengan mengangkat kopling mobil sudah dapat berjalan merayap, perlu diingat mengangkat kopling hingga penuh sebenarnya masih terlalu cepat untuk jalanan yang sangat macet, jadi terkadang Anda hanya cukup mengangkat kopling setengah atau lebih sedikit untuk menimbangi begitu pelannya jalan saat sedang macet parah.
- Jika sebentar-sebentar berhenti dan sebentar-sebentar jalan, biarkan tetap di gigi 1, cukup injak kopling penuh saat berhenti

Kondisi awal berhenti, lalu mulai jalan lagi:

- Injak kopling penuh, pindahkan ke gigi 1 jika sebelumnya netral
- Angkat kopling perlahan dan tahan, biasanya jalan macet hanya membutuhkan setengah kopling atau kurang. Jika Anda teruskan mengangkat kopling penuh, mobil berjalan terlalu cepat.

Jika ingin menghentikan mobil yang berjalan merayap:

- Injak kopling perlahan, tidak perlu sampai penuh, mobil akan berhenti dengan sendirinya

Jadi pada jalanan macet parah, kita hanya memainkan kopling atau setengah kopling saja, sesekali dibutuhkan rem jika kendaraan di depan mendadak berhenti. Teknik mengerem akan dijelaskan kemudian.

Kondisi awal berjalan dengan perseneling 3, kemudian di depan akan berhenti di perempatan/lampu merah:

- Kurangi kecepatan dengan mengangkat gas perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah cukup dekat angkat gas sampai penuh
- Mobil akan berkurang kecepatannya, tapi harus tetap di rem. Injak rem perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah semakin dekat, injak rem agak dalam tapi jangan sampai penuh.
- Perhatikan lajunya kendaraan, jika sudah hampir pelan, Anda harus menginjak kopling, dan tetap teruskan pengereman hingga mobil berhenti secara perlahan
- Jika ingin terus berhenti pindahkan ke perseneling netral
- Jika ingin berjalan pelan mendekati posisi tertentu di depan (misal merapat ke antrian di perempatan, atau perlahan mendekati persimpangan) pindahkan ke gigi 1

Penting untuk diingat, jika Anda ingin mengerem mobil, jangan menginjak kopling saat mobil pada kecepatan yang lumayan, misal masih 30 km per jam, karena mobil akan lebih meluncur ke depan. Hal ini terjadi karena mobil yang sedang berjalan memiliki daya dorong yang cukup besar, tetapi lajunya mobil masih dikendalikan oleh putaran mesin (engine brake). Nah saat Anda menginjak kopling, mobil justru meluncur karena tidak ada penahan, luncuran ini (putaran roda) lebih cepat dari putaran mesin. Oleh karena itu Anda harus mengurangi gas dan melakukan rem terlebih dahulu, sampai mobil berjalan pelan baru kemudian Anda menginjak kopling. Ini berlaku sama jika Anda menuruni tanjakan. Mobil akan lebih meluncur lagi karena ditambah gaya grafitasi. Jadi Anda harus lebih hati-hati, jangan pernah menginjak kopling saat menuruni tanjakan, gunakan saja rem. Kecuali Anda akan berhenti di posisi turunan, kopling boleh diinjak saat mobil sudah mau berhenti dan tetap siaga dengan rem kaki dan rem tangan sampai mobil benar-benar berhenti.

Memainkan kopling saat merayap atau macet ditanjakan atau di posisi perempatan, ada beberapa kondisi seperti jalanan yang hanya miring sedikit, kondisi lain jalanan sangat miring. Perlu diingat, meskipun kemiringan jalan hanya sedikit sekali, mobil akan tetap mundur, dan kadang Anda tidak menyadari bahwa jalan miring sampai Anda merasakan ternyata mobil justru mundur. Jadi ingat, selalu perhatikan kondisi jalan saat berhenti dan selalu rasakan apakah mobil Anda mundur.

Memainkan kopling saat berhenti di perempatan dengan jalan miring sedikit (menanjak):
- saat mendekati perempatan, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman perlahan, hingga mobil sudah berjalan pelan mendekati perempatan, injak kopling penuh dan pindahkan ke gigi 1
- jika Anda membiarkan kopling terus terinjak penuh, mobil akan berangsur mundur
- pastikan Anda sudah mengangkat kopling perlahan dan sedikit saja sesaat mobil mulai berhenti sebelum terjadi mundur. pada kondisi ini jika belum terbiasa mobil akan bolak balik maju mundur, usahakan cari posisi kopling yang pas agar mobil berhenti, caranya jika mobil masih maju, injak kopling sedikit secara halus, jika mobil mundur lakukan sebaliknya, angkat kopling sedikit secara halus. Pada kondisi jalan yang hanya miring sedikit, gas tidak perlu diinjak sama sekali. Untuk berjaga-jaga dari kesalahan seperti terlalu mundur atau terlalu maju saat Anda belum menguasainya, Anda boleh meletakkan kaki kanan di atas rem. Tapi selalu ingat, pada kondisi mobil pelan atau hampir berhenti, selalu injak kopling sebelum megerem agar mobil tidak mati.

Memainkan kopling saat berhenti/macet/merayap di jalan dengan tanjakan menengah:

- saat mendekati perempatan, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman perlahan, hingga mobil sudah berjalan pelan mendekati perempatan, injak kopling penuh pindahkan ke gigi 1
- jika Anda membiarkan kopling terus terinjak penuh, mobil akan berangsur mundur, dan kondisi ini akan lebih cepat terjadi mundur karena jalan lebih menanjak
- Segera angkat kopling perlahan sebelum mobil mulai berhenti sambil dibantu dengan gas sedikit, semakin curam tanjakan semakin perlu ditambah gas
- Atur kopling dan gas secara halus agar mobil tidak maju dan tidak mundur

Kemampuan mengatur kopling tidak hanya dibutuhkan di jalan raya yang menanjak, tetapi juga pada saat parkir yang posisinya juga miring, misal di halaman pertokoan.

Memarkir mobil di depan pertokoan dengan area sedikit miring dan bagian area yang dekat jalan/trotoar cukup curam bisa dilakukan sbb:
- Gunakan gigi 1 sebelum menaiki area parkir
- Karena antara jalan dan trotoar kemiringannya cukup curam dan posisi cukup tinggi maka saat Anda mengangkat kopling secara bersamaan bantu dengan menginjak gas perlahan
- Hingga mobil menaiki trotoar lepaskan gas, selanjutnya cukup gunakan kopling saja untuk menjalankan mobil
- Karena posisi area juga miring meskipun sedikit, maka mobil bisa mundur jika Anda menekan kopling terlalu dalam saat ingin menghentikan mobil, oleh karena itu cukup tekan perlahan hingga mobil berhenti
- Atur posisi mobil agar lurus, jika sudah pas, tarik rem tangan dan ganti perseneling ke gigi netral

Demikianlah berbagai macam cara menguasai menggunakan kopling pada mobil bertransmisi manual, seperti yang saya sebutkan di atas ada tiga hal pokok yang penting untuk dikuasai agar mahir menyetir mobil, salah satunya yaitu penguasaan terhadap kopling sudah dibahas, pada lain kesempatan akan saya jelaskan juga bagaimana menguasai kemudi/stir dan feeling sisi kiri dan kanan mobil pada berbagai kondisi. Selamat belajar mengemudi.

Sumber:
http://my-much.blogspot.com/2014/01/cara-menguasai-kopling-mengemudi-transmisi-manual.html  http://www.youtube.com/watch?v=kUGEqs98MTI

Cara Menangkap Nyamuk Dalam Botol Secara Alami Tanpa Racun

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan.
Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak sampingan yang serius.

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba.
Cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, dll.
Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di sekolah dan di rumah
masing-masing. 

Yang dibutuhkan :
·  200 ml air
·  50 gram gula merah 
·  1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan,warung, atau pasar)
·  Botol plastik 1,5 liter 
Langkah-Langkah Pembuatan:   
 1. Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol.

2. Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.
 3. Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk.  Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.


4. Pasang/masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.


5. Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah Anda.


Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol.

Selain membersihkan habitat mereka, tempat berkembang biak nyamuk, kita dapat menggunakan metode ini sangat berguna di sekolah-sekolah, TK, rumah sakit dan rumah. 

Sumber:
http://www.youtube.com/watch?v=oALxP-1nZvc
http://bas28.wordpress.com/2011/11/20/cara-menangkap-nyamuk-dalam-botol-secara-alami-tanpa-racun/

Sabtu, 08 November 2014

5 Tips Dasar Pilih Sepatu Futsal Yang Baik

Sepatu futsal ibarat perlengkapan tempur bagi para pemain futsal. Oleh karenanya, memilih sepatu futsal tidak boleh sembarangan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat memilih sepatu futsal, mulai dari bahannya, bentuknya, hingga jahitannya yang dapat memengaruhi performa saat di lapangan.
Berikut ini adalah 5 tips bagi Anda untuk memilih peralatan tempur (sepatu futsal) yang baik.

1. Bahan Sepatu
Bahan sepatu adalah hal yang paling dasar untuk diperhatikan pada saat memilih sepatu futsal. Terdapat empat bahan yang sering digunakan untuk membuat sepatu futsal, yaitu karbon, kulit, kain, dan imitasi. Bahan paling baik adalah dari bahan serat karbon karena membuat pengguna merasa nyaman, ringan, dan juga kuat. Bahan yang paling dihindari adalah bahan imitasi karena akan mudah rusak dan juga sangat tidak nyaman untuk digunakan.


2. Desain Atas Sepatu
Bentuk bagian atas sepatu sangatlah penting dalam memilih sepatu futsal yang baik, terutama bagian depan sepatu yang sangat menentukan saat menendang. pastikan Anda memilih sepatu yang nyaman dibagian depannya saat digunakan. Perhatikan pula bentuknya, mulai dari bahannya, jahitan, hingga bagian pelapis dalamnya.


3. Desain Belakang Sepatu
Tumit adalah bagian kaki yang sangat rentan untuk terkena cedera jika salah saat berpijak. Oleh karenanya, pastikan memilih bagian tumit sepatu yang memiliki lapisan yang sangat baik, tidak mudah tertekuk, memiliki sol lembut, tapi cukup tebal untuk menahan kaki saat berlari.


4. Jahitan dan Sol
Sepatu yang baik menggunakan pelapis untuk telapak kaki menggunakan bahan lembut, kuat, dan mampu menyerap keringat. Sol juga harus cukup tebal untuk meredam benturan saat kaki bergerak agar terhindar dari cedera. Jahitan juga harus terlihat rapi dan kuat karena jika tidak akan membuat sepatu cepat rusak.


5. Jenis-Jenis Sol
Sol sepatu harus disesuaikan dengan jenis lapangan yang akan digunakan saat bermain futsal. Mayoritas di Indonesia lapangannya masih menggunakan rumput sintetis. Untuk rumput sintetis pilihlah sepatu yang memiliki pull atau bisa juga yang menggunakan material lebih kasar dari sepatu futsal biasa. 


Ini Koleksi Sepatu Futsal Saya




Sumber:
 http://www.youtube.com/watch?v=GQYBpNZvZPs 
 http://www.bolalob.com/futsal/news/berita-5-tips-dasar-pilih-sepatu-futsal-yang-baik-25426

Cara Membedakan iPhone Asli dan iPhone Palsu (Replika)



1. Bedakan “Feel” Material Yang Digunakan
Tidak dapat dipungkiri bahwa material iPhone yang asli akan terasa sangat premium. Sebut saja iPhone 4. Apple memadukan material kaca dan alumunium ke dalam perangkat tersebut, sehingga memberikan kesan yang kuat dan kokoh ketika digenggam.
Tidak ada pula iPhone replika yang mampu menyamai kualitas layar Retina, dan sebenarnya, tidak sulit membedakan mana layar Retina dan mana yang bukan; apabila kamu bisa melihat piksel di layar iPhone 5s dengan mudah dari jarak pandang yang cukup jauh dari perangkat, maka bisa dipastikan jika itu bukan layar retina.
Layar Retina atau Retina Display adalah layar dengan ukuran dioda yang sangat kecil, sehingga tidak dapat dilihat dengan mudah oleh mata manusia dari posisi yang agak jauh. 1 dioda di layar non-Retina terbagi menjadi 4 di layar Retina.
Satu hal lagi, jika kamu melihat adanya logo-logo yang memberikan kesan tidak presisi pada sebuah iPhone, itu sudah salah satu indikasi jika iPhone yang kamu lihat tersebut palsu.  

2. Jika iTunes Mampu Mendeteksi, Maka Itu iPhone Asli
iTunes dirancang sedemikian rupa, untuk menjadi pangkalan atau stasiun bagi setiap iDevices.
Dalam kasus ini, layaknya semua pangkalan atau stasiun, mereka pasti kenal dengan kereta atau kendaraan yang biasa atau seharusnya mereka akomodir, benar? Ya, sama saja halnya dengan iTunes dan iPhone. Jika iTunes tidak mampu mengenali sebuah iPhone – meski tidak ada kerusakkan dari kabel 30-pin atau Lightning, maka kamu sudah harus curiga jika iPhone tersebut hanyalah replika. Tapi jika ia mampu mengenali sebuah iPhone, maka kamu sudah boleh bernafas lega. 

3. App Store, Bukan Google Play
Satu hal yang perlu diingat, tidak ada sistem operasi manapun di Bumi ini yang menggunakan App Store sebagai pasar aplikasi selain Apple. Seperti yang kita tahu, sekarang setiap platform pasti memiliki pasar aplikasinya sendiri, sebut saja Google dengan Google Play, Windows dengan Windows Phone Store dan BlackBerry dengan BlackBerry App World.
Kebanyakan iPhone replika menggunakan sistem operasi Android – sekali lagi, kebanyakan. Biasanya, produsen-produsen iPhone tiruan menghadirkan tampilan yang benar-benar mirip dengan antarmuka iOS. Jika sudah begini, maka yang harus kamu periksa adalah validitas App Store dan iTunes Store. Apabila kamu diarahkan benar-benar ke dalam App Store hingga bisa login dengan Apple ID atau membuat Apple ID, maka bisa dipastikan jika iPhone itu asli. Tapi apabila kamu malah masuk ke dalam Google Play, lebih baik jangan beli iPhone tersebut karena itu iPhone replika.

4. iPhone Asli Bisa Mengambil Screenshot Dengan Cara Biasa
Ya, judulnya sudah sangat menjelaskan. Cara menangkap screenshot di iPhone, iPad dan iPod touch adalah dengan menekan tombol lock bersamaan dengan home button. Apabila sebuah iPhone tidak dapat melakukan hal tersebut, bisa dipastikan jika perangkat tersebut palsu.
Belum banyak yang tahu jika hal sesederhana ini, ternyata bisa membuat kita tahu apakah sebuah iPhone itu asli atau palsu.  

5. Harga iPhone Sangat Sangat Murah? Palsu


Ini adalah indikasi paling mudah untuk melihat keaslian sebuah iPhone. Tidak mungkin ada penjual yang mau membanderol iPhone 5s dengan harga 1 juta atau 2 juta – meskipun iPhone 5s nya ia dapat dari hadiah seorang teman atau kolega, itu sangat sangat sangat tidak mungkin. Berapa harga iPhone 5s di Indonesia? tembus ke angka 10 juta rupiah.
Harga menentukan semuanya dan apabila sudah terlalu murah, lebih baik kamu berhati-hati. Kamu masih beruntung jika ternyata malah mendapat iPhone replika. Banyak yang sudah mengalami bahwa sesudah melakukan transfer uang pembayaran, iPhone tidak kunjung dikirim. 

Akhir Kata

Kamu harus tetap waspada dan berjaga-jaga ketika melakukan transaksi jual beli online, dalam kasus ini, membeli iPhone.
iPhone adalah sebuah perangkat yang mampu membuat orang tergila-gila, dan akibat dari hal tersebut, banyak pihak yang memanfaatkan hal ini untuk melakukan modus penipuan dan berbuntut pada dirugikannya orang lain.
Selalu teliti dalam membeli, lebih baik beli yang mahal tapi jelas, ketimbang beli yang murah tapi was-was.
Satu hal lagi, sebagai langkah bonus untukmu.

6. iPhone Yang Asli Tidak Akan Membuat Kamu Bertanya-tanya
Benar! iPhone yang asli tidak akan membuat kamu kebingungan, dan iPhone yang asli pasti sudah bisa kamu rasakan sejak pertama kali kamu menggenggamnya.
Sistem operasi iOS sendiri adalah sistem operasi yang sangat lembut dan cepat ketika digunakan, tidak seperti sistem operasi iPhone replika yang terasa kurang keren atau malah butut buat sistem operasi lainnya yang tidak jelas.
iPhone yang asli tidak akan membuat kamu bertanya-tanya, sifatnya menjawab, bukan melahirkan pertanyaan. 

Sumber: 
http://www.youtube.com/watch?v=KVX_KhH110k
http://www.makemac.com/cara-membedakan-iphone-asli-dan-iphone-palsu-replika/

Teknik Tendangan Keras Futsal/Sepak Bola


 
Ketepatan 
             Kebanyakan pemain berasumsi bahwa penempatan baik tergantung hanya pada bagian yang tepat memukul bola. Dalam praktek, itu lebih penting untuk drive kaki Anda menendang ke arah sasaran Anda. Untuk memastikan bahwa pergelangan kaki Anda bergerak lurus melalui bola tanpa penyimpangan lateral atau vertikal, Anda harus memeriksa lutut kaki Anda menendang. Berkonsentrasi pada ketinggian relatif ke lantai dan pastikan itu langsung bergerak menuju sasaran Anda.
Jika Anda ingin menghasilkan tembakan, rendah keras, misalnya, Anda akan menindaklanjuti dengan menggerakkan seluruh tubuh Anda ke depan. Dengan cara ini Anda memastikan bahwa pergelangan kaki Anda tidak naik atau menyimpang saat mengemudi melalui bola. Pada tendangan keras, Anda mungkin berakhir melompat ke depan dan mendarat di kaki Anda menendang. Semakin panjang ayunan, semakin keras tendangan yang dihasilkan.

Daya
Untuk menghasilkan daya yang lebih, Anda tidak harus melakukan ayunan keras, yang hanya membuat Anda kehilangan kontrol atau mendapati risiko cedera. Kekuatan tendangan berasal dari kecepatan eksekusi.
Otot-otot kaki memiliki kualitas elastis.. Pikirkan tentang hal ini – anda akan dapat melompat jauh lebih tinggi, jika Anda jongkok dan melompat daripada jika Anda melompat mulai dari posisi berjongkok. Untuk mengambil keuntungan dari itu, ketika menendang bola, Anda perlu untuk meminimalkan periode waktu ketika kaki Anda menendang berubah arah (dari pengambilan ke penggerak). Jika otot-otot pada kaki Anda menendang kontrak dan datang berhenti lengkap (sisa seperti ini terlalu lama) sebelum memperluas, Anda kehilangan energi.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi jeda antara mencabut dan memperpanjang kaki Anda menendang? Dalam hal teknik, Anda perlu mengkombinasikan pencabutan (kontraksi konsentrik) dan ekstensi (kontraksi eksentrik) ke dalam satu gerakan fluida. Anda dapat berlatih yang melalui pengulangan atau tanpa bola melalui latihan ptiometrik.
Sumber:
http://www.youtube.com/watch?v=5vT8HAOjT2M
http://www.geogle.com/teknik tendangan keras

Kamis, 30 Oktober 2014

Ekologi

BANJIR AKIBAT RUSAKNYA DAS

           Banjir telah melakukan "kudeta" di ibukota. Akibatnya berbagai aktivitas Jakarta dan sekitarnya menjadi lumpuh total. Pemerintah tidak berdaya dan hanya bisa mengharapkan kesabaran dan ketabahan rakyat dalam menghadapi bencana banjir. Bencana banjir selain diakibatkan oleh faktor cuaca yang ekstrem juga disebabkan oleh rusaknya ekosistem DAS (Daerah Aliran Sungai). 
          Bangsa ini sudah dilanda collective ignorance dan kehilangan kearifan dalam mengelola DAS. Berbagai undang-undang dan peraturan tentang lingkungan hanya menjadi macan kertas yang tidak pernah dijalankan secara konsisten. Penegakan hukum lingkungan yang antara lain mengenai ketentuan tentang sempadan sungai banyak dilanggar.
     Wilayah Jakarta yang dibelah oleh 14 sungai sudah seharusnya membutuhkan manajemen pengelolaan DAS yang konsisten dan berkelanjutan. Rencana untuk membangun megaproyek kanalisasi untuk mencegah banjir belum tentu berhasil membebaskan Jakarta dari sergapan banjir jika masalah sempadan sungai tidak ditanganai secara tuntas. Begitupun, banjir juga tidak bisa ditangani secara parsial di wilayah Jakarta saja, tetapi harus menyangkut sepanjang DAS yang melewati propinsi Jawa Barat dan Banten.
        Karena kehancuran ekosistem DAS juga terjadi di daerah hulu. Hampir seluruh DAS yang ada di propinsi Jawa Barat dan Banten dalam kondisi kritis, terutama DAS Citarum, Ciliwung. dan Cisadane. Egoisme sektor kedaerahan dan buruknya koordinasi wilayah menambah parah situasi.
        Untuk itulah konsep Megapolitan yang bermaksud memperluas koordinasi teknis dan integrasi kebijakan pembangunan penyangga ibu kota sebaiknya segera diwujudkan dengan titik berat kepada aspek lingkungan hidup. Ketidakberdayaan propinsi Jawa Barat dan Banten untuk menghentikan laju deforestasi di wilayahnya akan berdampak lebih buruk lagi di waktu mendatang.

Sempadan Sungai 

       Dibutuhkan tindakan tegas tanpa pandang bulu untuk melindungi dan membenahi zona sempadan sungai. Sempadan sungai merupakan kawasan sepanjang kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan, kanal, saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Perlindungan terhadap sempadan sungai dilakukan untuk melindungi dari kegiatan yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai.
           Kriteria sempadan sungai terdiri dari: (a) Sekurang-kurangnya 100 meter di kiri-kanan sungai besar dan 50 meter di kiri- kanan anak sungai yang berada di luar pemukiman. Sesuai dengan PP No 35 Tahun 1991 tentang Sungai. (b) Untuk sungai di kawasan pemukiman lebar sempadan sungai seharusnya cukup untuk membangun jalan inspeksi yaitu antara 10 sampai dengan 15 meter. Sesuai dengan PP No 35 Tahun1991.
         Selain penegakan hukum yang lemah, kerusakan sempadan sungai juga disebabkan oleh aspek land tenure (penguasaan lahan). Aspek tersebut banyak melanggar Amdal untuk kegiatan pembangunan di daerah lahan basah. Akibat lemahnya penegakan hukum terjadilah kerusakan fungsi ekologis lahan basah yang berdampak erosi genetik dan penurunan potensi.
         Ada beberapa hal penting yang perlu diingat sehubungan dengan ekosistem lahan basah. Antara lain, Ekosistem lahan basah sesungguhnya memiliki potensi alami yang sangat peka terhadap setiap sentuhan pembangunan yang merubah pengaruh perilaku air (hujan, air sungai, dan air laut) pada bentang lahan itu. Ekosistem lahan basah bersifat terbuka untuk menerima dan meneruskan setiap material (slurry ) yang terbawa sebagai kandungan air, baik yang bersifat hara mineral, zat atau bahan beracun maupun energi lainnya, sehingga membahayakan.
     Ekosistem lahan basah sesungguhnya berperan penting dalam mengatur keseimbangan hidup setiap ekosistem darat di hulu dan sekitarnya serta setiap ekosistem kelautan di hilirnya. Kerusakan DAS selama ini kurang ditangani secara serius. Hanya dibenahi ala kadarnya saja, seperti dalam bentuk proyek pengerukan yang menelan dana milyaran rupiah.
     Proyek semacam itu kurang efektif untuk menanggulangi bencana banjir atau kekeringan jika tidak disertai dengan reklamasi total jalur sempadan sungai yang disertai dengan gerakan budaya dan terapi psikososial. Banjir merupakan hukum karma akibat lemahnya penegakan hukum lingkungan.
Zonasi Lahan Basah
     Padahal, banjir di ibu kota yang sudah menjadi tradisi itu mestinya bisa ditanggulangi secara teknis geologis dan reklamasi lingkungan yang disertai dengan gerakan budaya mengelola DAS secara arif. Namun, secara telanjang rakyat sering disuguhi oleh inkonsistensi pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup.
      Saat ini pemerintah boleh dibilang telah gagal menyeimbangkan keberadaan lahan basah untuk tetap terjaga dan tidak dialihkan fungsinya guna mengurangi bencana banjir dan tanah longsor. Zonasi terhadap Kepmeneg Lingkungan Hidup tentang lahan basah seharusnya diterapkan secara kon sisten. Zonasi itu diterapkan berdasarkan kekuatan air sungai dan air pasang.
      Ekosistem lahan basah sesungguhnya memiliki potensi alami yang sangat peka terhadap setiap sentuhan pembangunan yang merubah pengaruh perilaku air (hujan, air sungai, dan air laut) pada bentang lahan itu. Untuk itulah kewajiban pemerintah untuk mendefinisikan secara tegas dan tanpa pandang bulu tentang zonasi yang ideal dari lahan basah. Secara teori ekologis, kawasan yang harus dijaga dan dipertahankan fungsinya meliputi:
Kawasan Resapan Air, yaitu daerah yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan sehingga merupakan akifer (tempat pengisian air bumi) yang berguna sebagai sumber air. Perlindungan terhadap kawasan resapan air dilakukan untuk memberikan ruang yang cukup bagi peresapan air hujan pada daerah tertentu untuk keperluan penyediaan kebutuhan kawasan yang bersangkutan.
     Kriteria kawasan resapan air adalah curah hujan yang tinggi, struktur tanah yang mudah meresapkan air dan bentuk geomorfologi yang mampu mere-sapkan air hujan secara besar-besaran. Sempadan Sungai, yaitu kawasan sepanjang kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan, kanal, saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Perlindungan terhadap sempadan sungai dilakukan untuk melindungi dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai.
      Sempadan Pantai, adalah kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan dan melindungi kelestarian fungsi pantai dari gangguan berbagai kegiatan dan proses alam. Kawasan Sekitar Danau atau Waduk, adalah kawasan tertentu di sekeliling danau atau waduk yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsinya. Kawasan Pantai Berhutan Bakau, yaitu kawasan pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberi perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan.
Penulis adalah Pemerhati Psikososial dan Kebijakan Lingkungan Hidup.

Kesimpulan 

     Pemerintah tidak berdaya dan hanya bisa mengharapkan kesabaran dan ketabajan rakyat dalam menghadapin bencana banjir. Selain di akibatkan oleh faktor cuaca yg ekstrim juga di sebabkan oleh rusaknya ekosistem DAS (daerah aliran sungai). Jadi agar terbebas dari banjir, maka kita patut harus menjaga&membersihkan daerah aliran sungai. 

Sumber: http://psda.jatengprov.go.id/berita/2007/februari/060207-03.html

Natural Resources

Conservation of Natural Resources: Water Resources   
Air sebagai sumberdaya alam dapat berupa persediaan dan sekaligus sebagai aliran. Air tanah misalnya merupakan persediaan, yang biasanya memerlukan aliran dan pengisian kembali oleh air hujan. Salah satu sifat penting air ialah stokastik, artinya ia diatur oleh proses fisik yang berdistribusi kemungkinan (ranttom). Sumberdaya air bervariasi secara luas dari daerah ke daerah. Pemasokan air tergantung pada topografi dan kondisi meteorologi, karena mereka mempengaruhi peresapan dan penguapan air. Oleh karena sifat stokastik air ini, maka pengambilan keputusan dalam mengembangkan sumberdaya air, didasarkan atas distribusi kemungkinan. Proyek pengembangan air, bermaksud untuk memodifikasikan atau mentransformasikan distribusi kemungkinan aliran air ini ke dalam pohyang lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.                                                                
 Ekonomi sumberdaya air, adalah suatu studi tentang proses bagaimana manusia mengambil keputusan, sehingga sumberdaya air yang langka dapat dimanfaatkan secara optimal. Persediaan dan biaya-biaya untuk mengeksploitasi sumberdaya air akan mempengaruhi ekonomi makro suatu negara. Keseimbangan perdagangan misalnya, ikut dipengaruhi oleh sumber daya air terutama untuk ekspor hasil-hasil pertanian. Suatu pertanyaan dapat diajukan, apakah ekonomi sumberdaya alam (khususnya air) termasuk di dalam “ekonomi positif” yakni ilmu ekonomi yang menjelaskan bagaimana sesuatu itu terjadi how thing actually happen. Atau apakah ia termasuk ilmu “ekonomi normatif” yakni bagaimana sesuatu itu seharusnya terjadi to design how thing should be.
Pengembangan sumberdaya air meliputi pengawasan aliran air, sehingga pola pemasokan air memenuhi pola permintaan di seluruh ruang dan waktu. Sebagaimana diketahui penanganan sumberdaya air biasanya dilakukan oleh pemerintah. Oleh karena itu pengembangan dan manajemennya meliputi beberapa tujuan nasional yakni: efsiensi ekonomi, pengawasan kualitas lingkungan, distribusi pendapatan antar daerah, dan mungkin juga untuk tujuan-tujuan khusus seperti, menyelamatkan sekelompok masyarakat tertentu yang bermukim di suatu daerah. 
 Pemanfaatan sumberdaya air terutama ditujukan untuk memasok keperluan kota, irigasi, pembangkit tenaga listrik pengawasan banjir, rekreasi, pengawasan pencemaran, pelayaran, perikanan, dan untuk konservasi binatang di hutan. Mengingat pentingnya pemanfaatan sumberdaya air ini secara optimal, maka pertimbangan untuk penggunaan ganda harus dilakukan, meskipun dengan proyek yang sekecil mungkin. 

Ancaman Krisis Air di Indonesia 
Indonesia dengan luas daratan sekitar 1.918.410 km’ memiliki curah hujan rata-rata sebesar 2.620 mm setahun. Setelah memperhatikan kehilangan dan penguapan, maka limpahan efektif yang tersedia sekitar 55 persen dari itu yakni sekitar 1.450 mm. Atas dasar data ini dan dikaitkan dengan jumlah penduduk Indonesia dalam tahun 1990 sebanyak 179.194.223 maka potensi air per jiwa per tahun ada sekitar 15.523 m3 (angka ini didapat dari perhitungan sebagai berikut: 1.918.410 km’ x 1.450 mm/179.194.223). Karena aliran sungai berfluktuasi sepanjang tahun, maka aliran mantap (stable run-off) adalah sekitar 25 – 35 persen dari rerata aliran setahun. Dengan demikian untuk Indonesia aliran mantapnya tersedia sebesar 3.880 m3 per jiwa per tahun.                   
Untuk pulau Jawa dengan memperhatikan luas dataran sekitar 132.200 km2, curah hujan efektif 1.200 mm setahun, sedangkan dalam tahun 1990 jumlah penduduk sekitar 107.517.963, maka potensi air per jiwa per tahun tersedia adalah 1.475 m3. Aliran mantap air tersedia sekitar 368,75 m3 per jiwa per tahun.                              
Tahun 1970 potensi air per jiwa per tahun di Jawa sekitar 200 m (Doelhamid, 1972). Dengan memperhitungkan aliran mantapnya, maka dalam tahun 1970 tersedia sekitar 500 m3 air per jiwa per tahun. Dengan demikian setelah 20 tahun terdapat penurunan aliran mantap sekitar 26,4 persen. Perubahan tersebut merupakan suatu penurunan yang cukup drastis.    
Kebutuhan akan air bersih terutama di kota-kota terus meningkat. Sebagai contoh dalam tahun 1970 apabila diasumsikan kebutuhan orang akan air bersih di kota sebanyak 150 liter/hari/orang (Ditjen Cipta Karya, L Dep. P.U. 1980), maka dibutuhkan air bersih dari 17.884500 m3 per hari pada tahun 1970, naik menjadi 26.879.180 m3per hari dalam tahun 1990 Ini berarti selama 20 tahun ini kebutuhan akan air bersih naik sekitar 50 persen. Peningkatan kebutuhan ini akan tampak lebih gawat lagi apabila dilihat kemampuan produksi PAM (Perusahaan Air Minum) dalam melayani kebutuhan air bersih amat terbatas. Untuk DKI Jakarta kapasitas produksi air bersih di tahun 1987 hanya sekitar 17.285 1/detik. 
Dengan produksi itu DKI Jakarta paling banyak hanya mampu melayani sekitar 30-40 persen penduduk Jakarta yang ada sekarang yakni sekitar delapan juta jiwa lebih. Apabila dimasukkan juga kebutuhan air bersih bagi hotel, perkantoran, industri, rumah sakit, pertamanan, rumah-rumah ibadat dan sebagainya, maka ancaman akan defisit air di dalam kota betul-betul meresahkan. Hasil analisis statistik air minum yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik 1987 menunjukkan bahwa kuantitas penyediaan air bersih terus meningkat dari tahun ketahun. Meskipun demikian masib belum cukup untuk memasok kebutuhan penduduk kota, terutama di kota-kota besar sebagai akibat laju urbanisasi dan aktivitas ekonomi yang meningkat.   
 Kemampuan untuk menyediakan kebutuhan air bersih yang cukup, terlebih-lebih untuk keperluan kota, dibatasi oleh kendala alam dan dana. Masalah yang muncul banyak terletak pada bagaimana manajemen sumberdaya air harus dioptimalkan dengan terbatasnya segala sumberdaya yang ada. Erat kaitannya dengan itu masalah yang sering muncul ialah distribusi kuantitas, kualitas dan modus pemakaian yang sangat bervariasi dari suatu lokasi ke lokasi lainnya. Dengan demikian sering terjadi di suatu lokasi terdapat kelebihan air, sedang di tempat lain menderita kekurangan air. 

Bahan Baku Produksi Air Bersih 
Penanganan air minum/air bersih di kota-kota di Indonesia dilakukan oleh pemerintah (PAM). Bahan baku produksi air minum/air bersih berasal dari air tanah termasuk air sumber dan air permukaan (sungai, dan danau).
Antara tahun 1978-1984 penggunaan air tanah sekitar 52 persen sebagai bahan baku air PAM. Angka ini jauh di atas pemakaian sungai yang hanya 23 persen digunakan sebagai sumber bahan baku. Sementara itu penduduk yang menggunakan sumur didapat dari air tanah menghadapi beberapa aspek negatif. Air sumur mudah tercemar dan pemilikan tanah yang sempit di kota menyebabkan jarak ideal antara sumur dan sumur peresap minimal 15 m sulit dipenuhi. Selain itu pengggunaan sumur yang berlebihan akan mengganggu stabilitas tanah. Sejak tahun 1984 pemakaian air sungai oleh PAM sebagai bahan baku air bersih mengalami kenaikan tajam dari 28 unit pada tahun 1978 menjadi 100 unit pada tahun 1984, dan terus meningkat sampai tahun 1990. Apabila dilihat kecenderungan pemakaian, maka air sungai menunjukkan kenaikan yang lebih tajam dari pada kecenderungan pemakaian air tanah (mata air) sebagai bahan baku PAM.                       
 Sungai sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan minum, mandi/cuci juga mempunyai masalah yang berkaitan dengan sungai sebagai tempat pembuangan limbah industri. Konflik kepentingan antara para pemakai sungai akan muncul dimana-mana, dan mudah menjadi isu politik (ingat kasus fungsi hidrologis kawasan Puncak; Kasus Ciliwung dan Cisadane di DKI Jakarta, sungai Garang di Semarang dan sungai Brantas di Surabaya ).                
 Mengingat kecenderungan penggunaan air sungai sebagai bahan baku air PAM tampak naik dengan tajam setelah tahun 1984, maka pemerintah harus mengambil langkah pengamanan terhadap sungai sebagai sumber air PAM agar tidak tercemar. Dalam jangka pendek pencemaran membawa dampak negatif terhadap biaya produksi air bersih, dan dalam jangka panjang akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja penduduk akibat terkontaminasi dengan air yang tercemar.                Cukup banyak bukti menunjukkan adanya pencemaran sungai di kota-kota besar di Indonesia sehingga perlu ditanggulangi segera seperti kasus sungai Ciliwung di Jakarta, sungai Garang di Semarang, sungai Brantas di Surabaya dan beberapa sungai tertentu di luar Jawa.                  
Pengendalian sumberdaya air meliputi kuantitas dan kualitas. Kualitas air merupakan salah satu aspek yang makin banyak mendapat perhatian dalam pengelolaan sumberdaya air. Ini disebabkan karena para konsumen air tidak hanya menginginkan jumlah yang cukup, tetapi juga kualitas yang sesuai dengan keperluan mereka.        
Timbulnya masalah kualitas air di cekungan (basin) sungai antara lain disebabkan oleh: (a) Meningkatnya kandungan sedimen dalam air sungai, karena terjadinya erosi di daerah hulu sungai. (b)Sistem pembuangan air limbah industri di sepanjang sungai sehingga terjadi pencemaran. (c) Limbah rumah tangga yang ikut mempengaruhi kualitas air. (d) Akibat negatif intensifikasi pertanian (pestisida). Langkah-langkah untuk mempertahankan kualitas air bukan saja untuk mencapai standar kualitas air yang dikehendaki dari sudut ekologi, tetapi juga harus memperhatikan pertimbangan ekonomi, misalnya sampai seberapa besar biaya untuk mencapai standar tersebut. Langkah-langkah untuk mempertahankan kualitas air, tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi, biasanya memakan biaya yang besar.       
 Akan tetapi apabila pertimbangan untuk mendapatkan strategi biaya yang efsien dilakukan, tentu akan menjadi lebih baik. Untuk itu adalah logis penelitian/pemantauan mengenai strategi tersebut perlu dilakukan. Pertumbuhan industri yang semakin meningkat dan peningkatan intensifikasi pertanian dengan pemakaian lebih banyak pestisida, ditambah lagi dengan berkembangnya penduduk kota, akan memberi pengaruh buruk kepada tingkat pencemaran air.
Usaha mencegah pencemaran air sebagai baian dari penyediaan air bersih secara efisien perlu dilakukan. Dari sekarang perlu diambil langkah-langkah untuk menyelamatkan air baik untuk generasi sekarang maupun bagi generasi di masa depan. Langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan melalui berbagai pendekatan dan analisis, termasuk analisis ekonomi.                               
 Pengembangan sumberdaya air memainkan peranan yang kompleks dalam proses pengambilan keputusan. Tidak saja efisiensi ekonomi yang harus diperhatikan, tetapi juga pembangunan regional, kualitas lingkungan, distribusi manfaat dan biaya, serta lain-lain dimensi kesejahteraan manusia dijadikan tujuan yang eksplisit, yang harus dicapai oleh pengambil keputusan. Oleh karena itu informasi yang lengkap dengan analisis yang tajam dan terpadu perlu disampaikan kepada para pengambil keputusan. 
 
Pendekatan Antar Disiplin untuk Perencanaan dan Manajemen Sumberdaya Air 
             Pada mulanya masalah manajemen sumberdaya air dan lingkungan tidaklah terlalu kompleks. Ini disebabkan karena penduduk masih relatif sedikit dan kuantitas air berlimpah. Keadaan berubah dengan cepat setelah adanya perkembangan industri. Para pekerja dari sektor pertanian tertarik untuk berpindah ke sektor industri, karena sektor pertanian telah jenuh. Dengan demikian migrasi dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan mulai terjadi dan kecenderungan ini terus meningkat dari waktu ke waktu. 
            Dengan berkembangnya industri di daerah kota, migrasi dari daerah pedesaan terus bertambah dan ini akan merangsang terus pertumbuhan industri. Dengan demikian antara migrasi dan pertumbuhan industri di kota merupakan lingkaran setan. Sangat disayangkan industri-industri ini kebanyakan didirikan berdekatan dengan daerah aliran sungai, dengan tujuan untuk memudahkan membuang limbah produksi tanpa biaya ekonomi. Disamping itu limbah rumah tangga ikut juga dibuang ke sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu, sehingga menambah beban polusi pada air di aliran sungai. 
             Oleh karena bertambahnya penduduk, demikian juga dengan meningkatnya pemakaian air per kapita, serta perkembangan teknologi dan industri, maka sisa produk atau limbah ikut bertambah tekanannya terhadap lingkungan. Bersamaan dengan itu masyarakat juga memuntut adanya kualitas hidup dan lingkungan yang baik. Dengan memperhatikan semua jenis sikap masyarakat ini, maka pengembangan sumberdaya air dan proses manajemennya menjadi lebih kompleks dari pada sebelumnya.                                                                           
          Proses perencanaan sumberdaya air menjadi sangat kompleks sekarang ini dan akan bertambah lagi dimasa depan, oleh karena itu para perencana dan pengambil keputusan harus melengkapi diri dengan beberapa konsep dan alat analisis baru yang muncul beberapa dekade terakhir. Salah satu dari alat baru itu ialah analisis sistem, sebagai suatu alat untuk memecahkan masalah dengan pendekatan antar disiplin. Berikut ini disajikan teknik-teknik yang berhubungan dengan pendekatan antar disiplin.  

Analisis Sistem 
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai suatu studi analitik untuk membantu pengambil keputusan memilih tindakan yang lebih disukai diantara beberapa alternatif yang ada. Ia merupakan pendekatan yang logik dan sistematik dimana asumsi, tujuan, dan kriteria, secara jelas didefinisikan. Ia dapat membantu pengambil keputusan sampai pada keputusan yang terbaik dengan cara memperluas dasar informasinya.
Menerapkan analisis sistem pada manajemen sumberdaya air, umumnya dilakukan tahap-tahap sebagai berikut:
·      Identifikasi dan pernyataan secara eksplisit tujuan yang ingin dicapai.
·      Penerjemahan tujuan itu ke dalam kriteria yang dapat diukur, sehingga dapat digunakan untuk menilai sampai berapa jauh tujuan itu dapat dicapai.
·      Identifikasi beberapa alternatif cara yang akan memenuhi kriteria dimaksud. Ini berarti dibuat suatu model sistem sumberdaya air yang akan menguji dan menilai alternatif yang ada.
·      Penentuan konsekwensi yang timbul dari masing-masing alternatif yang ada.
·      Perbandingan penilaian alternatif konsekwensi yang ada dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Kesimpulan
  1. Pengembangan dan manajemen sumberdaya air meliputi beberapa tujuan nasional yakni: efisiensi ekonomi, pengendalian kualitas lingkungan, distribusi pendapatan antar daerah, serta untuk memenuhi tujuan-tujuan khusus lainnya termasuk menyelamatkan sekelompok masyarakat tertentu yang bermukim di suatu daerah.
  2. Selama duapuluh tahun terakhir ini, Indonesia telah mengalami penurunan aliran mantap air sebanyak 26,4 persen, suatu penurunan yang cukup drastis. Dilain pihak, dalam kurun waktu yang sama kebutuhan akan air bersih naik sekitar 50 persen. Oleh karena itu pengendalian air permukaan menjadi semakin penting.
  3. Pengendalian sumberdaya air meliputi kuantitas dan kualitas. Timbulnya masalah kualitas air di basin sungai bagi beberapa sungai Indonesia antara lain disebabkan karena: terjadinya erosi di daerah hulu sungai; sistem pembuangan limbah industri di sepanjang sungai sehingga terjadi pencemaran; limbah rumah tangga yang ikut mempengaruhi kualitas air; akibat negatif intensifikasi pertanian yakni pemakaian obat anti hama (pestisida).
  4. Proses perencanaan sumberdaya air menjadi sangat kompleks sekarang ini, dan akan bertambah lagi dimasa depan, oleh karena itu para perencana dan pengambil keputusan harus melengkapi diri dengan beberapa konsep dan alat analisis yang baru muncul beberapa dekade terakhir. Salah satu alat baru itu ialah analisis sistem yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah dengan, pendekatan antar disiplin.
  5. Penerapan analisis sistem berupa pembentukan model programasi linier untuk menangani masalah pencemaran air di basin kali Garang di Jawa Tengah telah berhasil dilakukan (1983). Pengoperasian model ini untuk kasus sungai Garang dan sungai-sungai lain yang kondisinya sama, sangat mungkin dilakukan.
Sumber: DPMA, Bandung. (1978). “Laporan penyelidikan pencemaran air Kali Garang, Semarang” (Report of investigation into water pollution in the Garang River, District of Semarang)
Doclhamid, (1972). Planning and Programing the Development of Indonesia’s Water Researches.
Fair, G.M, J.C. Gcyer, & D.A. Okun, (1968). Water and Wastewater Engineering, New York: John Wiley and Sons.
Frankel, R.J., (1965). “Cost/quality relationships in and engineering economic model for municipal waste disposal, “Water Resources Research, Vo. 1, 1973-186.
Grag, S.K,(1979). Sewage and Waste Disposal Engineering, Delhi:Khanna Publishers.
Johnson, Edwin L (1967). “A study in the economics of water quality management, “Water Resources Research, Vol. 3, No. 2.
Lohani & Thanh, (1978). “Water quality management in the Hsintien River in Taiwan, “Water Resources Bulletin, Vol. 14, No. 3.
Owens, M. et.al., (1964). “Some reaeration studies in streams,”Journal of Air and Water Pollution, Vol. 8, 218-230.
PPLH, Jakarta, (1980). “Invetarisasi dan evaluasi kualitas lingkungan hidup, kualitas air” (inventory and evaluation of environment quality: water quality).
Reid,George W., (1982). Appropriate Methods of Treating Water and Was in Developing Countries, Ann Arbor, Michigan: Ann Arcor Science Publishers.
Russel, Clifford S & Walter O. Spofford, (1977). “A regional environ mental quality management model: an assessment, “Journal Environmental Economics and Management, Vo. 4,80-110.
Wan, Usman. (1983). Analisis Ekonomi Untuk Manajemen Kualitas Air: Studi kasus untuk cekungan sungai Garang, Jawa Tengah. (desertasi Doktor). Tidak dipublikasikan.
World Health Organization, (1982). Rapid Assesment of Sources of Air Water, and Land Pollution, WHO offset publication No.62.