Kamis, 07 April 2016

Menghitung Nilai Resistor Pada LED


     LED atau Light Emitting Diode, adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki dua kutub yaitu anoda dan katoda. Dalam hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari anoda menuju katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terbalik karena apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. LED memiliki karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan.
Semakin tinggi arus yang mengalir pada LED maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan adalah 10mA-20mA dan pada tegangan 1,6V – 3,5 V dan tergantung karakter warna yang dihasilkan.
Apabila arus yang mengalir lebih dari 20mA maka LED akan terbakar. Untuk menjaga agar LED tidak terbakar, maka perlu kita gunakan resistor yang berguna sebagai penghambat arus.
Tegangan kerja atau volt atau voltage yang jatuh  pada sebuah LED berbeda-beda, menurut warna yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
  • Infra merah : 1,6 V
  • Merah : 1,8 V – 2,1 V
  • Oranye : 2,2 V
  • Kuning : 2,4 V
  • Hijau : 2,6 V
  • Biru : 3,0 V – 3,5 V
  • Putih : 3,0 – 3,6 V
  • Ultraviolet : 3,5 V
     Mengacu data di atas, maka Apabila kita ingin mencari nilai resistor pada LED dapat anda gunakan rumus berikut:
R =(Vs-Vd) / I
Keterangan rumus:
R = Resistor
I = Arus LED 

Vs = Tegangan sumber( bisa battery 12V, atau sumber tegangan lainnya).
Vd = Tegangan kerja LED
 


A. Contoh Rangkaian LED dari sumber catu daya 12 Volt
Misal kita mempunyai sebuah LED berwarna biru  (tegangan kerja 3 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan  sumber tegangan 12 Volt DC, maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED.
Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan melalui LED adalah 20mA. Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa:
– Tegangan yang digunakan  (Vs) : 12V
– Tegangan kerja LED  (Vd): 3V, dan
– Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).


1). Maka hambatan pada resistor atau R warna biru adalah sebesar:
R biru untuk 12 volt: = (Vs-Vd) / I
= (12 volt – 3 volt) / 0,02
= 9 / 0.02
= 450 ohm
 


HASIL CODINGAN PADA PASCAL


HASIL FLOWCHAT


Keterangan Atau Penjelasan:
Mari lihat kembali contoh soal diatas:
1). Maka hambatan pada resistor atau R warna biru adalah sebesar:
R biru untuk 12 volt: = (Vs-Vd) / I
= (12 volt – 3 volt) / 0,02
= 9 / 0.02
= 450 ohm
 

·      Start : Memulai program
·      Input : Nilai yang harus di isi berupa Vs, Vd, dan I
·      Proses : Dimana dari nilai Vs, Vd, dan I tadi yang sudah di isi di proses dengan rumus
·      Output : Nilai yang di hasilkan setelah proses berupa R


Condition R < 450: Dimana dikondisi ini apa bila kita salah memberi inputan dan menghasilkan  nilai lebih kecil dari 450 maka kondisi akan memberi perintah "hasil salah"
      Conditon R > 450:  Dimana dikondisi ini apa bila kita salah memberi inputan dan menghasilkan nilai lebih besar dari 450 maka kondisi akan memberi perintah "hasil salah”

Condition R = 450: Dimana dikondisi ini apa bila kita benar memberi inputan dan menghasilkan nilai sama dengan dari 450 maka kondisi akan memberi perintah "hasil benar"
     Itulah artikel yang saya pahami dan membuat artikel ini sebagai tugas softkill “Alg &Pemrog Kasus Teknik Elektro". Jika ada kesalahan mohon diperbaiki dan dimaafkan. Terima Kasih.

Kamis, 10 Maret 2016

Pengetahuan Dasar Sensor/Transduser dgn Output 4-20mA Current Loop

Nama: Saktio Suryowidagdo                                                                            
Npm: 18413202                                                                                                 
Kelas: 3IB02(C) 

Tujuan dari artikel ini saya akan membuat anda bisa mengerti dan bisa menggunakan Sensor/Transduser dengan keluaran 4-20mA current loop. Teknologi ini sudah lama digunakan di industri yaitu sekitar tahun 1950-an. menggunakan prinsip dasar yang sederhana. Dari gambar dibawah ini saya yakin anda sudah bisa mengerti cara kerja 4-20mA currrent loop.
dasar transmiter 4-20 mA current loop

Rumus dasar tegangan pada sebuah resistor adalah V=I.R
Transduser yg  juga sebagai Transmitter  4-20mA  merubah besaran fisik seperti suhu, kelembaban atau tekanan menjadi sinyal listrik. Ia akan mengeluarkan arus antara 4 – 20 mili Ampere  (besarnya arus tergantung/berbanding lurus dgn besaran fisik yang terukur). Arus yang dihasilkan akan dirubah menjadi tegangan pada resistor  (pada gambar diatas 250 ohm).

Tegangan pada resistor akan berubah rubah berbanding lusrus dgn arus yang diatur sensor:
1)    Misalkan arus yang dihasilkan sensor/transducer  sebesar 4 mA. Resistor pada terminal output = 250 ohm. Maka  tegangan pada resistor output sebesar =  250 x 0.004 = 1 V DC.
2)    Misalkan arus yang dihasilkan sensor/transducer  sebesar 20 mA. Resistor pada terminal output = 250 ohm. Maka  tegangan pada resistor output sebesar =  250 x 0.020= 5V DC. 

HASIL CODING
Private Sub Command1_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) * Val(Text2.Text)

End Sub

SCREENSHOOT PROGRAM

HASIL FLOWCHAT

Itulah artikel yang saya pahami dan membuat artikel ini sebagai tugas softkill “Alg &Pemrog Kasus Teknik Elektro". Jika ada kesalahan mohon diperbaiki dan dimaafkan. Terima Kasih.

Daftar Pustaka
http://en.wikipedia.org/wiki/Current_loop                                                               www.bapihvac.com